Cerita ini terjadi kira-kira Ramadhan dua tahun yang lalu saat saya masih aktif menjadi wanita "pembawa" alias wanita karier dan lagi heboh pembukaan cpns :p. Setelah dibujuk oleh ibu-bapak mertua untuk mengikuti seleksi cpns, akhirnya saya dan suami menyerah dan "terpaksa" mengikuti kemauan beliau, hihihi. Dan mulailah kami mempersiapkan persyaratannya, yang salah satunya adalah kelengkapan SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Berhubung bulan Ramadhannya sudah mau berakhir, dan kalau ditunda mengurusnya bakal lebih lama lagi (biasanya seminggu setelah Lebaran bagian adminstrasi masih belum aktif) akhirnya kami memutuskan untuk mengurusnya saat itu juga, which is hari itu adalah H-1 sebelum Idul Fitri :D.
Setelah ijin cuti setengah hari (keren kan, sehari sebelum lebaran masih ngantor aja T____T), akhirnya kami berdua segera cuss ke polsek terdekat, yaitu Polsek Duren Sawit. Setelah parkir dan tanya-tanya sama petugas yang jaga (awalnya kami dikira wartawan :p dan setelah dijelaskan mau ngurus SKCK bapaknya pasang wajah terheran-heran), kami disuruh menuju kantor paling ujung dan langsung disambut oleh bapak-bapak yang masih lumayan muda dan lumayan ramah (hahaha..ini kami asli heran, soalnya biasanya kalau mengurus sesuatu ke kantor polisi, bapak-bapaknya pasang tampang serius). Malah ngobrol deh sama beliau, dibilang anti-mainstream karena orang lain pasti udah mudik, mempersiapkan libur lebaran, masak-masak atau apalah, lha kami malah ngurus SKCK -__-. Segeralah kami disuru mengisi formulir yang jumlah halamannya lumayan banyak, hiks.
Karena kantor lumayan sepi, akhirnya kami disuruh mengisi formulir di ruangan beliau, dan beliau keluar entah kemana. Entah bagaimana selanjutnya, tiba-tiba tinggal saya sendiri yang ada di ruangan itu, dan suami malah mengisi formulir diluar.
Karena kantor lumayan sepi, akhirnya kami disuruh mengisi formulir di ruangan beliau, dan beliau keluar entah kemana. Entah bagaimana selanjutnya, tiba-tiba tinggal saya sendiri yang ada di ruangan itu, dan suami malah mengisi formulir diluar.
Lagi asik dan serius mengisi formulir, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras "Siap hormat Bu!!! Lapor blablablabala!!!!" Seorang polisi muda tiba-tiba sudah nongol dihadapan saya sambil menyerahkan map berisi lembaran kertas yang cukup tebal untuk ditandatangani (asli saya lupa dia bilang apa karena saya kaget banget sampai hampir berdiri dari posisi duduk). Ternyata dia mau minta data (entah data apa, dia menjelaskan dengan bahasa baku keperluannya apa, dari mana asalnya, tapi saya gak ngeh karena saking kagetnya). Sambil pasang muka cengo' saya menjawab dengan bahasa campur aduk, "Aduh maaf dek, saya gak tau, bapaknya lagi keluar. Eeenggg... saya bukan yang jaga"
Dalam hati saya nahan ketawa, "aduh adek, gak liat masa tampang kaya gini jadi polisi".
Dan polisi mudanya malah memasang muka bingung, akhirnya saya ulangi lagi, kalau saya bukan yang jaga, dan saya akan memanggil bapak yang menjaga di ruangan. Begitu saya mau keluar, bapaknya sedang berjalan menuju ruangannya, dan saya langsung bilang ke polisi mudanya, itu bapak yang jaga. Dan langsung dengan sikap sempurna, "Siap hormat Pak!!! Lapor blablabla...."
Dalam hati saya masih ketawa ngikik, dan suami sama sekali gak ngeh, karena dia masih asik berkutat dengan formulir berlembar-lembar itu.
nb. Pesan moralnya, jangan pernah nebeng mengisi formulir di ruang kerja pak polisi, ntar dimintain tanda tangan seabrek-abrek :D
*gambar pinjem dari sini
Dan polisi mudanya malah memasang muka bingung, akhirnya saya ulangi lagi, kalau saya bukan yang jaga, dan saya akan memanggil bapak yang menjaga di ruangan. Begitu saya mau keluar, bapaknya sedang berjalan menuju ruangannya, dan saya langsung bilang ke polisi mudanya, itu bapak yang jaga. Dan langsung dengan sikap sempurna, "Siap hormat Pak!!! Lapor blablabla...."
Dalam hati saya masih ketawa ngikik, dan suami sama sekali gak ngeh, karena dia masih asik berkutat dengan formulir berlembar-lembar itu.
nb. Pesan moralnya, jangan pernah nebeng mengisi formulir di ruang kerja pak polisi, ntar dimintain tanda tangan seabrek-abrek :D
*gambar pinjem dari sini




No comments:
Post a Comment