Dah lama ga review musik :D Kali ini mau ngebahas salah satu lagu dari The Beatles (lagi) yang dapat mempermainkan perasaan si pendengarnya (edisi baper :d). A Day in The Life didaulat sebagai lagu terakhir di album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1969) yang ditulis oleh duo Lennon dan McCartney.
Lagu ini termasuk dalam jajaran lagu yang mengubah jalannya musik populer. Direkam pada bulan Januari-Februari 1967, beberapa orkestra besar berkumpul untuk memberikan sentukan yang ciamiks pada lagu ini, termasuk diantaranya para pemusik klasik. Saking ciamiknya, lagu ini berada pada puncak tangga lalu Inggris selama 27 minggu dan 15 minggu di tangga lagu AS.
Liriknya terinspirasi dari sebuah artikel dari koran yang dibaca oleh Lennon, sedangkan untuk musiknya berasal dari ingatan atau kenangan masa muda McCartney. Yang paling menarik yaitu adanya 'bridge' berupa musik orkestra yang nadanya menaik-turunkan perasaan *halahh.
Kalo liriknya dibaca-baca lebih dalam, bercerita tentang sebuah berita atau kejadian sehari-hari yang dapat kita baca di koran, baik berita sedih maupun gembira, atau berita yang terkadang membuat kita tidak bisa berkata apa-apa. Yang tentunya setelah kita baca, terkadang kita memberikan langsung memberikan komentar-komentar satir, empati maupun simpati terhadapnya. Dan setelah itu, yaudah..doing nothing, dan kembalilah kita ke kehidupan nyata yang dipenuhi oleh segala macam rutinitas.
Terkadang, sebagai manusia yang hidup di dunia yang penuh dengan berbagai macam peristiwa, kita memang tidak dapat melakukan banyak hal untuk menolong semua permasalahan orang lain. Namun ketika kita masih memiliki empati, tentunya kita dapat beretika dengan baik dalam menyikapi suatu kejadian atau peristiwa yang sedang dialaminya.
Dan kalo kata dosen saya, demikianlah sekilas info :D
^^V
Dan kalo kata dosen saya, demikianlah sekilas info :D
^^V




No comments:
Post a Comment