Thursday, December 11, 2014

sampah oh sampah



Sering gregetan melihat orang sembarangan melempar gelas bekas minuman dan plastik makanan dengan santainya. Pengemudi yang dengan santai membuang karcis tol di jalanan setelah membayar sudah jadi pemandangan tetap. Mungkin pikirnya, ohh sudah ada yang menyapu jalanan, nanti kalau sudah rapi dan bersih mereka kerja apa dong #oalah

Alhamdulillah, saya dan suami bukan tipikal orang yang suka plung-plung-lempar-lempar sampah sembarangan. Mau di angkutan umum, berkendara di jalan baik memakai sepeda motor ataupun mobil, berjalan kaki, jika kami tidak melihat keberadaan tempat sampah di sekitar, lebih baik kami simpan segala macam bungkus dan kertas-kertas itu di tas. Jadi ritual kami setelah bepergian adalah bersih-bersih tas serta saku/kantong celana untuk membuang mereka pada tempatnya. 

Kesadaran saya membuang sampah pada tempatnya berawal dari artikel di majalah Bobo sewaktu saya SD, saat itu lagi getol-getolnya kampanye Tahun Lingkungan Hidup 1992. Disana ada artikel tentang profil Bapak Emil Salim yang saat itu merupakan Menteri Lingkungan Hidup. Pesan beliau yang sangat saya ingat adalah mulailah dari diri sendiri untuk membuat lingkungan ini lebih bersih. Karena saya dulu masih kecil imut-imut dan cara pandang saya masih sangat kanak-kanak sekali, maka yang bisa saya lakukan hanya bertekad untuk membuang sampah selalu pada tempatnya. Akibatnya Mama saya kadang mengomel ketika memeriksa tas saya penuh dengan bungkus bekas permen dan roti, hahaha, karena saya sering lupa mentransfer mereka itu ke tempat sampah. Sempat juga lho saya memiliki cita-cita menjadi anggota Green Peace, namun apa daya Mama saya bertitah untuk sekolah dan belajar yang benar saja #duhh

Oleh karena itu, yuk mari kita memulai pendidikan dini tentang kebersihan yang tentunya di mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Kalau bukan kita yang memberi contoh baik untuk generasi penerus kita, lalu siapa lagi?
Untuk yang masih sering membuang sampah tidak pada tempatnya, mari anggap saja sampah itu adalah sampah biologis kita (baca: feses), dengan begitu apakah kita masih mau membuang sampah sembarangan? Apakah kita punya malu untuk membuang sampah sembarangan? *hayooo


*gambar dicomot dari sini

No comments:

Post a Comment