Pertama kali jatuh cinta sama nasi ini sewaktu menonton acara masak-masak di televisi saat saya masih kecil. Meskipun belum pernah memakannya, tapi melihat penyajian nasi dan warnanya yang begitu menggoda membuat saya berkata dalam hati, suatu saat saya harus memasak nasi itu. Eeehh..tapi begitu mengetahui bumbu rempah yang aduhai sangat ribetnya, sontak mengurungkan niat saya karena di kota Yogyakarta (yang dahulu) Berhati Nyaman ini, bumbu-bumbu tersebut sangat jarang ditemui. Belasan tahun berlalu (tsaahhh) dan akhirnya sewaktu saya nge-kost di Jakarta, kesempatan untuk mencoba-coba resep datang. Setelah googling dan mempersiapkan segala bumbu-bumbunya, eksperimen dimulai. E1 dengan rumus plek plek hasil googling, ternyata tidak sesuai dengan lidah saya, mulailah E2 dengan segala modifikasi dan tambahan bahan-bahan. Dan jreng jrenggg...setelah melalui E3, barulah mendapatkan rumus resep nasi kebuli ala saya, hihihihi...
Ini tampilan awalnya (perdana untuk diuji cobakan ke orang lain :p), dan langsung dipuji oleh kritikus masakan terkejam (baca:suami saya), hohoho...
Mau mencoba, silahan berkunjung ke rumah kami ^-^




No comments:
Post a Comment