Showing posts with label My Petite Kitchen. Show all posts
Showing posts with label My Petite Kitchen. Show all posts

Tuesday, June 23, 2015

brolon a.k.a brownies teflon :D

Sebenarnya sudah sejak lama hasrat bikin brownies tampak menggebu-gebu. Namun apa daya, begitu melihat resep langsung mundur cantik karena ga tahan ribetnya yang harus pake mixer dan oven (padahal tinggal ngebuka kardus doang). Akhirnya kemarin sampailah pada titik puncak, apapun caranya yang penting hari ini harus bikin brownies. Setelah ceki-ceki di youtube untuk cari resep brownies yang paling pendek durasinya :D ketemu juga (3:24, hahaha). Cepat kilat, dan saat melihat hasil akhirnya, tampak yummy sekali, hohoho. 
Tapi eh tapii, ada satu yang mengganjal dihati. Gimana caranya biar ga pake oven, secara saya menghindari untuk memakai benda itu (yang nasibnya kini hanya menjadi barang pajangan saja :D). Dan tiba-tiba tercetus sebuah ide terang, gimana kalau pake teflon aja, secara pizza dan martabak-pun bisa dieksekusi disana :D.
Dan setelah berkutat selama satu jam di dapur, tadaaa.... jadilah si brolon ini ^-^. Tapi apa daya, tiba-tiba hampir ludes aja si brolon itu dan lupa untuk di foto. Apa daya, setor fotonya cukup dengan segelas eskrim gak jelas ini dengan brolon beku berpotongan dadu ^^V.





Resepnya dimodifikasi dikit dengan takaran sekenanya, hihi^^V (maafkeuun).

  • Bahan :
  • terigu (kalau gak salah pakai empat/lima sendok makan, lupa)
  • garam (secukupnya)
  • baking soda (setengah sendok puding)
  • cokelat batangan (saya pakai yang dark dan white, sekenanya saya aja, gak pake takaran :D)
  • cokelat bubuk (dua sendok makan)
  • telur (satu butir yang besar)
  • margarine (sekitar tiga-empat sendok makan, lelehkan)
  • gula (sekitar dua sendok makan)

Caranya :

  1. Campur terigu, garam, baking soda dan coklat bubuk, sisihkan.
  2. Siapkan sauce-pan, lelehkan margarine bersama gula. Aduk merata.
  3. Tambahkan potongan coklat batangan sambil aduk sampai merata, kemudian masukkan telur
  4. Masukkan campuran terigu ke dalam sauce-pan, aduk lagi. Jika adonan terasa terlalu kental, tambahkan air untuk mengencerkannya.
  5. Siapkan teflon yang sudah diolesi minyak goreng.
  6. Masukkan adonan brownies, masak di api yang kecil hingga 20-25 menit. Tipsnya selalu cek api, dan segera kecilkan jika membesar agar bagian dasarnya tidak gosong.
  7. Setelah mematikan api kompor, penutup teflon jangan dibuka dulu. Biarkan sekitar 10 menit.
  8. Brolon siap dihidangkan, bisa menambahkan ice cream, selai coklat atau yang lainnya sesuai dengan selera.



Friday, April 10, 2015

Ovochoco Pizza

Pagi-pagi suami kirim kode sebuah gambar pizza manis dengan topping cokelat dan marsmallow lewat whatsapp -___-*. Biasanya kalau gelagatnya begitu artinya minta dibikinin makanan yang ada di pesan gambar tersebut, hihihi. Dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, yakni satu jam sebelum suami pulang, segera berkutat di dapur membuat dough pizzanya. Untuk resep dough bisa dilihat di post yang ini sedangkan toppingnya saya memakai ovomaltine rejeki anak sholeh hadiah menang kuis online ^`^. Dan penampakannya seperti ini, rasanya endess crunchy, ya dari ovomaltine-nya maupun roti pizzanya yang kriuk.






Monday, March 16, 2015

kitchen decor again...diy day 27

Masih berkaitan dengan area dapur, kali ini ide menambah pernak-perniknya adalah dengan memanfaatkan sendok kayu atau "sutil" kayu yang sudah tidak terpakai. Daripada dibuang, benda-benda tersebut dapat dimanfaatkan sebagai hiasan dinding, seperti yang saya lakukan berikut ini. Cukup dengan membersihkan dan menjemur sendok/sutil kayu tersebut, dan dengan teknik decoupage jadilah sendok kayu cantik penghias dapur. Bagi yang masih kesulitan dengan teknik decoupage, bisa juga mengecatnya dengan menggunakan warna cerah pembangkit selera makan seperti warna kuning, merah atau jingga.
Selamat mencoba ^^.



sudah lumayan banyak pajangannya, hehehh *-*

Tuesday, March 10, 2015

masak agak heboh

Menu masak heboh kali ini adalah nasi uduk :D Tanggal 6 Maret kemarin Ibu berulang tahun, dan di keluarga suami biasanya moment ulang tahun merupakan waktu untuk makan bersama. Untuk tahun kemarin, menu andalan yang dibuat adalah nasi kuning, dan rencananya tahun ini akan memasak menu yang sama. Tapi eh tapi sepertinya rencana kami sudah bisa ditebak oleh Ibu, dan terpaksa harus mengganti menu. Browsing sana sini, mentok bingung mau bikin apa. Nasi lemak Ibu tidak terlalu suka, nasi kebuli apalagi, sangat tidak suka sekali. Nasi uduk, hmmm, sudah terlalu sering memakannya. Nasi bogana, hmm..saya yang bingung memasak lauk pelengkapnya T_T. Setelah bertapa di depan layar hp, akhirnya memutuskan untuk memasak nasi uduk saja, dengan lauk pelengkap abon (tadinya mau bikin ayam bakar, pas dilihat di kulkas stok kosong, pas ke pasar lupa pulak gak mampir ke mbak-mbak yang jualan ayam -__-) , tempe kering, tahu dan tempe bacem, bihun goreng, telur dadar, dan acar kuning. Dan nutrijel leci yang segar untuk tambahan desert-nya ^^. 

Untuk resepnya gak terlalu ribet ^^.

Nasi Uduk ala Petite Kitchen

Bahannya :

  • beras -- saya pakainya jenis BMW, lima gelas ukur
  • santan -- satu bungkus kara yang kecil (biasanya pake santan peras, tapi karena belinya pasti satu kelapa, jadinya pake santan instan yang sekali habis saja, heeee)
  • garam  -- satu sendok puding
  • kaldu blok - 1,5 blok
  • daun salam -- 5 helai
  • batang serai -- 1 batang, memarkan
  • jahe -- 3 cm, memarkan
  • lengkuas -- 5 cm, memarkan
  • daun jeruk -- 2 helai


Caranya gampang, cuci beras sampai bersih, kemudian campurkan semua bahan-bahan diatas. Oiya, saya masaknya menggunakan rice cooker, jadi bisa ditinggal-tinggal. Tapi di 15 menit pertama aduk-aduk beras agar rata pada saat matang nanti.


Tempe kering ala Petite Kitchen

Bahannya :

  • tempe -- saya pakai satu papan tempe saja, iris memanjang seperti korek api
  • bawang putih -- dua siung, iris tipis
  • garam + gula  -- satu sendok puding
  • gula merah -- setengah bagian saja
  • kecap manis
  • kaldu blok - 1 blok
  • daun salam -- 3 helai
  • batang serai -- 1 batang, memarkan
  • jahe -- 3 cm, memarkan
  • lengkuas -- 5 cm, memarkan
  • daun jeruk -- tiga helai
  • air secukupnya
  • cabai merah lima buah dan bawang merah empat siung -- iris serong

Caranya agak ribet dikit :d

  1. Tempe yang telah diiris memanjang di goreng kering, sisihkan.
  2. Panaskan minyak, masukkan bawang dan cabai merah yang sudah diiris, tumis sampai harum, sisihkan.
  3. Siapkan wajan yang lain, panaskan minyak, tumis bawang putih sampai layu, masukkan serai, lengkuas, jahe, daun salam, daun jeruk, tumis hingga harum.
  4. Masukkan air (sedikit saja), campurkan garam, gula pasir, gula merah, kecap, kaldu blok, tunggu hingga mendidih.
  5. Setelah mendidih masukkan tempe yang sudah digoreng kering, aduk-aduk.
  6. Tunggu sampai agak dingin, baru masukkan tumisan bawang merah dan cabai, aduk sampai rata. Dan tempe keringpun siap dicemil :D


Tahu tempe bacem ala Petite Kitchen

Bahannya :

  • tahu delapan buah
  • tempe 3/4 papan
  • bawang putih -- lima siung, haluskan
  • bawang merah -- tiga suing, haluskan
  • garam + gula  -- dua sendok puding
  • ketumbar
  • merica bubuk -- secukupnya
  • gula merah -- satu bagian
  • kecap manis
  • kaldu blok - 1,5 blok
  • daun salam -- 5 helai
  • batang serai -- 2 batang, memarkan
  • jahe -- 3 cm, memarkan
  • lengkuas -- 5 cm, memarkan
  • daun jeruk -- tiga helai
  • air

Caranya :

  1. Potong tahu dan tempe, sesuai selara saja.
  2. Panaskan air di wajan, masukkan bawang merah dan putih yang sudah dihaluskan, dan semua bahan-bahan diatas.
  3. Kemudian masukkan tahu dan tempe yang sudah dipotong-potong sesuai selera.
  4. Jangan lupa mencicipi air rebusannya, apakah rasanya sudah pas atau belum, kalau dirasa belum, tinggal comot-comot lagi saja gula-garam-mericanya.
  5. Rebus sampai airnya berkurang (terserah mau berapa lama, tapi makin lama makin baik karena makin meresap, dan gunakan api kecil di menit ke 30).
  6. Kalau airnya sudah berkurang dan dirasa cukup, matikan kompor.
  7. Siapkan wajan yang lain, panaskan minyak, dan tahu tempe siap untuk digoreng ^^.


Bihun goreng ala Petite Kitchen
Ini versi sederhana banget, jadi gak pakai sayuran serta daging plus telur sama sekali.

Bahannya :

  • bihun jagung -- rendam di air dingin sampai lunak, tiriskan
  • bawang merah -- lima siung, haluskan
  • bawang putih -- tiga siung, haluskan
  • ketumbar + lada + garam + gula
  • Kecam manis


Caranya :

  1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai wangi.
  2. Masukkan bihun jagungnya, aduk-aduk sambil diberi gula-garam-merica dan kecap manis.
  3. Kalau suka bisa tambahkan cabai rawit atau sambal agar terasa lebih pedas.
  4. Aduk sampai bihunnya kering dan mendapatkan rasa yang sesuai.


Acar kuning ala Petite Kitchen

Bahannya :

  • wortel dan timun iris memanjang seperti korek api
  • bawang merah dan putih -- tiga siung, haluskan
  • lengkuas -- dua cm
  • jahe sedikit saja
  • kunyit -- secukupnya
  • cuka -- secukupnya
  • gula pasir-garam-merica -- secukupnnya
  • air secukupnya

Caranya :

  1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan putih yang sudah dihaluskan, bersama dengan lengkuas dan jahe sampai harum.
  2. Kemudian masukkan wotel dan timun yang telah diiris
  3. Tambahkan air, cuka, gula pasir-garam-merica dan kunyit, aduk rata sambil dirasa-rasa apa yang kurang, tunggu sampai agak mendidih. Dan selesaiii ^^


Untuk telurnya, tinggal di dadar saja, mau tambahkan cabai halus bisa juga, sesuai selera masing-masing.
Untuk abonnya, tinggal comot stok oleh-oleh dari Solo ^^
Untuk nutrijel lecinya, tinggal beli bahannya di warung dan liat cara masaknya di bagian belakang :q

Oiya, untuk semua resep diatas, saya full yang memasaknya =) Mana semuanya harus sudah siap sebelum suami berangkat kantor jam setengah enam pagi :D karena surprisenya mau pagi-pagi. Dan ini penampakannya ^^ 







Friday, February 20, 2015

my first terang bulan

Terang bulan atau lebih sering dikenal dengan martabak manis merupakan makanan yang sangat populer, dan menjadi kegemaran keluarga kami. Sejak saya kecil, terang bulan dan galundeng (yang sering disebut roti bantal) merupakan makanan yang wajib dibeli saat berkunjung ke Pasar Malam Sekaten. Kami juga memiliki beberapa penjual langganan, salah satunya berada di sekitaran Alun Alun Utara, ada juga yang di daerah Condongcatur. Namun ketika terakhir kali saya berkunjung ke Yogya, gerobaknya sudah tidak saya temukan lagi di tempat biasa :( 
Skip skip, setelah beberapa lama tinggal di Jakarta, saya menjumpai bermacam-macam terang bulan, dari yang topingnya standar, sampai yang topingnya durian, dari harganya murah, sampai yang mahal banget, padahal setelah dicoba rasanya ya biasa saja (tak ada yang menandingi rasa dari Terangbulan/ Martabak Mamae Yogya). Akhirnya, entah dapat wangsit dari mana, tiba-tiba saya ingin mencoba resep terang bulan ini. Untuk takarannya kira-kira saja, karena ini pertama kali membuatnya, resepnya hanya satu porsi pan kecil saja. Bahan-bahannya antara lain:
  • tepung terigu
  • gula 
  • garam
  • ragi
  • coklat putih serut
  • telur 
Proses pembuatannya juga cepat kilat, hahaha... aduk rata semua bahan kemudian didiamkan selama 15 menit. Setelah itu masukkan ke pan yang telah dipanaskan dan diolesi mentega. Untuk toppingnya, pertama oleskan margarine ke permukaannya, dilanjutkan selai coklat, coklat putih serut, dan terakhir keju. Dan tadaaaa... martabak siap disantap ^^






maaph fotonya blur, karena tukang fotonya dah gak sabaran buat nyicipin =D

Thursday, February 19, 2015

pizza dadakan

Pas lagi asyik liat 9Gag, tiba-tiba menemukan resep brilian membuat pizza (dadakan). Kenapa saya katakan brilian? karena bahan-bahannya simpel, tidak menggunakan oven, dan sangat cepat. Intinya gak rempong, karena baru pertama kali coba resep ini, hahahaha.... Secara saya agak mikir lagi untuk masak yang rempong-rempong, soalnya pernah sih udah masak heboh niat bikin kejutan, ehh gak disentuh sama suami karena lagi gak pengen makan -______-' #curcol
Dan baiklah...inilah bahan-bahannya ^^

Untuk adonannya rotinya:
  • Tepung terigu
  • Ragi
  • Garam
  • Air
  • Minyak zaitun (saya gak punya, jadinya pake minyak goreng biasa)

Untuk topingnya, karena dikulkas lagi minim bahan, akhirnya memberdayakan apa yang ada, yaitu :
  • bawang bombay yang dikaramelisasikan bersama bawang putih
  • bumbu spageti instan
  • saos tomat dan sambal botol
  • lada
  • parutan keju
Cara membuatnya cukup mudah dan cepat, monggo...
  1. Campur tepung terigu, garam, ragi, air dan minyak zaitun. Uleni dengan tangan sampai kalis, sisihkan, kemudian tutup dengan kain selama 15 menit.
  2. Campur bumbu spageti instan dengan bawang bombay dan bawang putih yang sudah dikaramelisasikan, tambahkan lada sedikit, sisihkan.
  3. Setelah adonan roti cukup mengembang, panaskan pan anti lengket dan olesi permukaannya dengan margarin.
  4. Masukkan adonan roti, ratakan kemudian tutup, panggang roti dengan api kecil selama 10 menit. 
  5. Kemudian oleskan campuran bumbu oles tadi.
  6. Panggang lagi selama 5 menit, kemudian taburkan keju parut diatasnya, dan pizza dadakan siap disantap ^^

Dan jadilah seperti ini.. warnanya memang kurang rame, warna hijau dan merah tidak ada didalam toppingnya, dagingnya juga minim, hihihi.. tapi untuk pemula seperti saya dan baru pertama kali membuatnya, rasanya memuaskan sekali dan sampai keesokan harinya, rotinya tetap empuk lho ^^





Wednesday, February 18, 2015

the making of rendang

Kali ini saya akan menjelaskan tentang makanan yang dahulu saya anggap mewah (karena dipastikan kami hanya akan makan setahun sekali yaitu sewaktu Idul Adha, dan saya agak kurang suka rendang juga), namun saat ini menjadi makanan sehari-hari, hahaha. Rendang atau bahasa gaulnya west sumatran caramelized beef curry merupakan makanan asli khas Sumatera Barat yang memang sudah diakui dunia akan kelezatannya, bahkan mendapat posisi pertama dalam World's 50 Most Delicious Foods (Reader's Pick). Sebagai menantu horang padang, mau tak mau saya diwajibkan mengerti tata cara pembuatan padang dengan resep asli minang :D
Sebenarnya sih sewaktu kecil saya sudah sering membantu Mama dalam mengolah si rendang ini, namun eh ternyata, rendang ciri khas keluarga saya (Yogya), ternyata masih dianggap sebagai kalio karena minyaknya masih terlalu banyak. Dan jujur, memasak rendang yang asli minang ini memang membutuhkan ketahanan tangan yang kuat, hihihi..karena harus selalu diaduk dengan ritme tertentu (ada saatnya harus keras agar tidak berkerak di dasar wajannya, ada saatnya harus diaduk dengan lembut agar dagingnya tidak hancur namun harus empuk o.O). Oleh karena ini, tak heran kalau harga rendang kadang dibandrol dengan harga yang cukup tinggi, selain bahan bakunya yang lumayan mahal, prosesnya juga cukup lama (dan menyakitkan...tunggu ceritanya '_'). 

Baiklahh.. untuk bahan-bahannya yang diperlukan antara lain
  • daging sapi yang telah dipotong-potong (pilih bagian yang agak keras agar tidak mudah hancur saat proses pengadukan)
  • kentang kecil-kecil
  • santan (biasanya sih untuk 1,5 kg daging dan 0,5 kg kentang kecil membutuhkan santan dari 3,5 butir kelapa) --------> oiya, saya kasih tips gratis, air kelapanya jangan dibuang, simpan dan campurkan nanti pada saat proses pemasakan
  • bumbu rendang (beli aja di uda-uda yang jual bumbu di pasar, nanti dikasi bumbu paket lengkap plus sama bubuknya)
  • kalau mau lebih pedes, bisa ditambahin ulekan cabe rawit ^-^



Cara pembuatannya, monggo...

  • Panaskan minyak terlebih dahulu di wajan, kemudian tumis bumbu rendang plus cabe rawit sampai wangi
  • Kemudian masukkan perlahan santan dan air kelapanya, sambil di aduk-aduk, dan tunggu dengan sabar yaa sampai mendidih dan sedikit berminyak

masih rapi belum meletup-letup

  • Kalau sudah keliatan meletup-letup, masukkan potongan daging kemudian aduk dengan sabar lagi yaa :D
  • Setelah kuah rendangnya agak mengental, masukkan kentang kecil-kecilnya. Aduk lagi dengan sabar yaa...hihihi
makin lama makin parah meletupnya sampai kadang kena tangan -__-
lihat ke sekeliling wajan sudah belepotan cipratan santan, hihihi
dan proses ini yang paling @%%$%# o.O


  • Proses selanjutnya ialah tinggal mengaduk-aduk dengan sabar lagi sampai santannya berubah menjadi dedak dan menghitam, dan berarti rendangnya sudah matang dan siap disantap ^--^


Mari makan :')


....info tambahan, hihihi...dan inilah senjata andalan saat pengadukan, membuat tangan menjadi aman tidak terkena santan yang meletup-letup ^^


Sunday, February 15, 2015

mie panggang

Menurut saya, makanan ini merupakan penolong di saat lapar namun ketika tak ingin memakan makanan berat. Sebenarnya dulu saya sering membuat mie dengan model ini, yang sering kami sebut pizza mie. Disebut pizza mie karena dibagian atas diberi olesan sambal botol dan potongan sosis. Namun semenjak saya menikah, suami saya sering membuatkan resep ini, yang disebutnya mie panggang. Bedanya, untuk pizza mie biasanya menggunakan mie rebus instant, sedangkan untuk mie panggang menggunakan mie goreng, ditambah kecap yang banyak. Pernah saya mencoba sendiri, dan ternyata hasilnya tak seenak buatan suami saya, hihihi..


Untuk bahannya, cukup dengan :

  • satu bungkus mie instan (saya menggunakan mie sedap rasa ayam krispi)
  • satu butir telur ayam (kocok lepas)
  • sejumput garam dan lada
  • kecap manis (sesuai selera)
  • saos tomat dan sambal botol (takarannya sesuai selera saja)

Dan cara membuatnya adalah :

  1. masukkan mie instan selama 2 menit dalam air mendidih, angkat dan tiriskan
  2. masukkan semua bumbu mie instan kedalam mangkok telur yang telah dikocok lepas, aduk rata sambil menambahkan garam, lada, kecap manis, saos tomat dan sambal botol
  3. masukkan mie yang sudah ditiriskan ke dalam campuran telur kocok
  4. aduk rata, kemudian masukkan mie kocok ke dalam pan anti lengket sambil diratakan (tipsnya saat memasukkan mie ke dalam pan, telurnya disiram sedikit-sedikit diatasnya, agar tidak mengumpul di bagian bawah)
  5. balik mie saat sudah bagian bawah sudah matang, ulangi proses siram menyiram di bagian atasnya, agar telur kocok tersebar merata
  6. tunggu sampai sudah dirasa cukup matang (saya lebih suka agak kering), angkat kemudian sajikan di piring


Dan selamat makan ^^


maafkan penampilannya acakadut begini, setelah matang cepat-cepat difoto
karena tukang masaknya sudah kelaparan =)

Friday, February 13, 2015

selamat jum'at pagi

Pagi ini diawali dengan kolaborasi cantik teh jeruk purut dan oreo softcake (yang semakin mengecil ukurannya :D).
Semangat menjelang weekend ^-^!!!!




Tuesday, January 27, 2015

tiny easel..day 20

Korban selanjutnya adalah stik eskrim. Sesuai dengan project daur ulang alias memanfaatkan barang bekas atau barang yang sudah ada di sekotar kita, bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat. Kalau ribet mengumpulkan stik es krim bekas, bisa membelinya di toko alat tulis dan kerajinan, mau yang polos atau warna-warni, atau berbahan kayu atau yang berbahan foam (karet busa)...lengkap komplit. Kemudian tinggal menambahkan "kanvas" yang berasal dari post-it yang ditempel gambar dua buah gambar cupcakes (saya doyan banget :D) yang bertema vintage.
Selamat berkreasi ^^.







Tuesday, January 20, 2015

new project

Hwaaa...maaf T_T blog ini sudah lama terlantar, one day one craft-nya tersendat-sendat dan masih banyak yang belum di dokumentasikan. Harus membagi fokus dengan beberapa project lainnya (aduhh maruk :D). Tapi tetap semangaaaat ^-^

Bismillah..insyaallah nambah dua project untuk kedepannya (sementara). Saya yang sudah riweh ini masih saja mencari-cari sesuatu buat diutak-atik. Tetapi tak mengapa, ungkapan "do what you love" ternyata bener-bener manjur, segambreng apapun yang dikerjakan, tetap berasa ringan. Dan jenggg jeengg...perkenalkan bayi mungil kami 0.o


project duo yang dikerjakan oleh abg stabil :D

berhubung sudah mulai nge-hits, jadi kepikiran buat ngasi label ^-^



ps.tunggu kabar unik dari kami selanjutnya ^-^

Tuesday, January 6, 2015

beef honey and salad

Setiap weekend sebenarnya kami menjadwalkan untuk bereksperimen resep-resep hasil googling di internet yang menarik hati. Tapi seiring berjalannya waktu, yang ada malah malas masak, karena selalu ada kiriman makanan dari malaikat baik hati penghuni rumah sebelah (baca:Ibu). Pernah sekalinya masak, ehh dikirimin juga, jadinya bingung juga siapa yang bakal ngabisin makanan, secara suami makanannya diiiiikiiiiiit sekali dan akhirnya mau ga mau saya juga berperan sebagai recycle bin '___'
Weekend kemarin sebenarnya seperti biasa tetap dikirimin makanan, tapi lagi pengen mencoba sesuatu yang baru. Ceki cek kulkas, liat stok di freezer, tadaaaa....kepikiran mau bereksperimen dengan daging sapi. Berdasarkan apa yang sudah saya tonton di AFC, dan ingatan melayang kepada Chef Ching, pengen bikin sapi bumbu marinade. Sebenarnya resep aslinya iga, diganti dengan yang apa yang tersedia di kulkas (entah bagian apa saya gak tahu, hahaha). Bumbu marinadenya saya modifikasi, soalnya mana ada bumbu sechuan disini, arak, dan apalah yang saya gak ngerti itu ^-`. Akhirnya campur-campur madu, kecap manis, saus tiram, pasta tomat, pasta cabai, garam, merica, dan gula merah yang disisir halus dengan takaran kira-kira, hihihih....kurang lebih sekitar satu sendok makan, kecuali garam merica setengah sendok puding yang kecil dan gula merah satu sendok puding (mantap kan sendok ukurnya :p)
Setelah eksekusi, penampakannya seperti ini:



Dagingnya itu tuh yang coklat gelap, hahaha, disampingnya pelengkap kentang dan telur rebus, dan ditemani salad ala Petite Kitchen.
Itadakimasu ^;^

Saturday, January 3, 2015

nasi kebul kebuli

Pertama kali jatuh cinta sama nasi ini sewaktu menonton acara masak-masak di televisi saat saya masih kecil. Meskipun belum pernah memakannya, tapi melihat penyajian nasi dan warnanya yang begitu menggoda membuat saya berkata dalam hati, suatu saat saya harus memasak nasi itu. Eeehh..tapi begitu mengetahui bumbu rempah yang aduhai sangat ribetnya, sontak mengurungkan niat saya karena di kota Yogyakarta (yang dahulu) Berhati Nyaman ini, bumbu-bumbu tersebut sangat jarang ditemui. Belasan tahun berlalu (tsaahhh) dan akhirnya sewaktu saya nge-kost di Jakarta, kesempatan untuk mencoba-coba resep datang. Setelah googling dan mempersiapkan segala bumbu-bumbunya, eksperimen dimulai. E1 dengan rumus plek plek hasil googling, ternyata tidak sesuai dengan lidah saya, mulailah E2 dengan segala modifikasi dan tambahan bahan-bahan. Dan jreng jrenggg...setelah melalui E3, barulah mendapatkan rumus resep nasi kebuli ala saya, hihihihi...

Ini tampilan awalnya (perdana untuk diuji cobakan ke orang lain :p), dan langsung dipuji oleh kritikus masakan terkejam (baca:suami saya), hohoho...



Mau mencoba, silahan berkunjung ke rumah kami ^-^


Saturday, December 27, 2014

Hokben ala My Petite Kitchen


Kami merupakan penggemar Hoka-Hoka Bento, tapi terkadang malas untuk keluar rumah hanya untuk sekedar makan doang (karena kami jarang nge-mall). Delivery-pun enggan, karena beberapa kali menggunakan jasa tersebut, kok menurut kami rasanya berbeda sewaktu makan di outletnya. Akhirnya dengan menggunakan jurus kepepet saya, terciptalah resep ini, hihihi.
Daging sapinya dimasak semur sampai agak kering, jadi menyerupai beef yakiniku. Kemudian ditambah bawang bombay dan paprika hijau (kalau tidak ada bisa diganti cabe hijau besar).
Saladnya pakai resep saya, yang berisi campuran kol, wortel yang dipotong memanjang serta sedikit bawang bombay dan timun yang dipotong dadu kecil. Kemudian ditambah sedikit cuka, sejumput garam dan gula. Setelah diaduk rata baru dicampur mayones dan sambal botol.
Berhubung kami penyuka tempe tahu, pelengkapnya adalah tahu dan tempe yang telah direndam dengan bawang putih, ketumbar, lada dan pala, dicelupkan kedalam tepung terigu dan panir berbumbu.

Selamat makan ^-^

Friday, December 26, 2014

bon appetite

mari makan ^-^



*ayamnya beli di Sabana langganan dekat rumah, menurut saya dan suami ini yang paling endesss 
*kentang gorengnya homemade, hihihi
*ga pakai sayuran, karena stok di kulkas habis :p

Monday, December 15, 2014

masak heboh

lagi-lagi absen dalam "one day one craft"
Maaf karena dari hari jum'at saya sibuk buk mempersiapkan printilan orderan nasi kuning untuk hari Minggu sebanyak 40 bungkus untuk acara ulang tahun bocah... Baru kali ini memasak dalam porsi gede, dan kelabakan sangat, karena semua dikerjakan sendiri. Mabok kunyit jelaaas..tapi terimakasih sangat kepada uda-uda penjual bumbu halus, saya jadi terbantu tanpa harus mengupas dan memarut kunyitnya. 

*dokumentasinya minim sekali, gak sempat pegang-pegang kamera, ini saja keinget minta foto setelah orderan ada di tkp


Wednesday, December 10, 2014

Nasi Goreng Rawon


Saya suka sekali yang namanya rawon. Entah kenapa kuahnya yang hitam pekat mirip dengan tinta cumi itu memiliki rasa yang agak sulit digambarkan namun sangat mudah diterima indera pengecap saya. Nah kepikiran kenapa tidak bumbu uleg rawon itu kita campur ke nasi, dan jadilah nasi goreng rawon ini. Sangat mudah sekali membuatnya, seperti nasi goreng biasa, namun disini untuk bumbu uleg kita tambahkan kluwek yang sudah dikukus terlebih dahulu. Untuk lauknya, tambahkan saja tumisan toge, tempe bakar serta tahu goreng. Dijamin, rasanya nendang ^-^


Selamat Makan..




Tuesday, December 9, 2014

keluarga gado-gado

Bagian Pertama 

Seringkali bingung kalau ditanya, "Aslinya mana?" atau "Asli daerah mana?". Hihihi, habis kami keluarga campuran, Mama orang Batak tapi gak bisa bahasa Batak dan sudah lama menetap di Lirik Riau, sedangkan Papa asli orang Banjar yang meskipun sudah berpuluh tahun hidup di Kota Yogyakarta Berhati Nyaman (masih gak yah?) tetap saja gak bisa bahasa Jawa dan masih ber-ulun-pian-ikam. Saya cuma numpang lahir doang di Riau dan dari TK menetap di Yogyakarta pun masih gak fasih berbahasa Jawa dan sering diketawain kalau ngomong, katanya logatnya ga sesuai, duhhh (tapi kalau ada yang membicarakan saya dengan memakai Bahasa Jawa saya pasti akan ngeh lho O_O`). 
Dan terakhir adik saya, lahir di Yogyakarta dan dia paling luwes Bahasa Jawanya, meskipun tampangnya seperti bule dengan rambut pirang ikal (dulu). 

Daaaann...setelah kami besar dan berumah-tangga, keluarga kami makin gado-gado. Adik menikah dengan Bundanya Maysha-Hijaz-Haura yang notabene orang Salatiga asliii, dan saya mendapatkan seorang pangeran (hohoho) keturunan Minang-Jawa yang sedari kecil sudah menetap di Jakarta, hahaha. Nah, sedangkan kakak suami saya keluarganya lebih gado-gado lagi, Solo-Gorontalo (jauh yahh) dan sudah menetap di Jakarta. Alhasil terjadi kehebohan kalau sudah mau Lebaran, harus merencanakan matang-matang dari jauh hari biar bisa kumpul dengan formasi lengkap.

Suka dukanya ada, tapi saat ini saya hanya membahas sukanya saja. Secara dengan keluarga yang berasal dari daerah yang berbeda-beda, tentu saja makanan khas tiap keluarga juga berbeda-beda, apalagi kalau pas Lebaran kumpul. 
Kalau di rumah Yogya, menu ketupat besar dengan ayam bumbu habang plus sayur opor wajib hadir, ditemani keceriaan dan kerenyahan kerupuk udang. Ditambah lagi kalau keluarga Salatiga datang, rasanya senang sekali, karena sudah membayangkan roti "Wonder" yang gak pernah absen sebagai oleh-oleh wajib. Mau varian manis atau asin, endeess semua, apalagi bagelan kejunya, bisa habis satu toples sendiri. Nah di keluarga suami, menunya banyaaaaaaak buangeeeet, hahaha...dari menu lengkap ketupat sayur daun pakis, nangka plus opor, rendang, dendeng cabe merah, kadang dendeng ragi suka nongol juga, ayam panggang, dan gak lupa es teler made in Ibu. Kerupuknya juga lengkap, kerupuk ikan (yang kecil-kecil), kerupuk palembang, kerupuk merah dan emping. Pokoknya segambreng dehh, karena yang datang juga segambreng. Untuk ritual Lebaran di Jakarta, biasanya setelah Shalat Ied kami berkumpul di rumah keluarga Solo-Gorontalo. DIsana kamus perkulinerannya makin bertambah, kupat tahu, sate kere, nasi timlo, es palu butung, es timun, cemilan-cemilan khas Gorontalo yang gak pernah bisa hapal namanya, dan masih banyaaak lagi. 

Seru sihh...apalagi karena saya doyan makan (hahaha) jadi makin memperkaya khazanah kuliner nusantara *tsaahhhh. Pe-er nya, saya harus rajin senam plus lari pagi, karena ga terasa berat badan saya semenjak nikah melonjak sangat tinggi berat T_T



*fotonya ga ada di koleksi pribadi, tapi nanti sewaktu Lebaran, akan saya dokumentasikan di sini